Follow Us :

Kampanye Keberanian Eksplorasi Migas ke Area Baru di Indonesia

Dipublikasikan pada : Feb 02 2023

Dalam rangka mencapai target Produksi Nasional di tahun 2030 yaitu dapat memproduksikan 1 Juta Barel Minyak Per Hari dan 12 Miliar Kubik Feet Gas per Hari, dari kegiatan eksplorasi diharapkan bisa berkontribusi  dapat menambahkan 200 Ribu Barel Minyak per Hari dan 4 Miliar Kubik Feet Gas per Hari maka perlu keberanian, ide eksplorasi yang out of the box dan kerja sama banyak pihak. Temuan Giant Field sendiri akan susah ditemukan di area-area eksplorasi yang lama yang sudah ada data Seismik dan Sumur. 

 

Dr. Andang Bachtiar sebagai eksplorasionis dan juga Sekjend ADPMET, menyampaikan paparan dan berdiskusi dengan Dirjen Migas pada hari Kamis, 27 Januari 2023 "Usulan Workflow Eksplorasi Menuju Target 2030". Sebelumnya juga Andang Bachtiar juga diundang Pertamina untuk menyampaikan ide-ide dan lokasi target utama Eksplorasi kepada Pertamina, dan kemudian akan dilanjutkan dengan kampanye kepada pimpinan SKK Migas. Pada kesempatan itu disampaikan apreasiasi karena berdasarkan paparan dari SKK Migas Desember 2022, untuk kegiatan pemboran di tahun 2022 di WK eksisting sebanyak 20 sumur eksplorasi selesai, sebanyak 16 Sumur menjadi discovery,  3 sumur  dry, 1 sumur inconclusive, 1 sumur temporary suspended. Dikesampingkan dulu besaran volumetrik dan jenis fluidanya, berdasarkan dari jumlah sumur temuan tersebut menunjukkan bahwa eksplorasi di Indonesia masih menjanjikan untuk di dalam WK Eksisting (Eksplorasi dan Eksploitasi). Andang Bachtiar juga menyampaikan bahwa untuk mendapatkan Giant field sendiri perlu sekali keberanian melakukan eksplorasi di luar WK eksisting. 

 

Dalam rangka meningkatkan kegiatan eksplorasi perlu diberikan insentif dan previlage kepada K3S atas keberanian melakukan kegiatan eksplorasi keluar Area dan keberhasilan dalam eksplorasi, Baik dengan Survey Seismik ataupun Non Seismik seperti Gravity, MT, ataupun FTG di area terbuka sehingga dapat menjadi daerah WK Baru, serta ataupun menghasilkan temuan Play, Lead dan Prospek baru. 

 

Di lain sisi untuk daerah penghasil, diperlukan penjelasan yang komperhensif akan adanya kegiatan serta manfaat eksplorasi dan efeknya kedepan. Daerah perlu tahu karena sedikit banyak nanti akan menjadi cost sehingga akan mengurangi atau mempengaruhi penerimaan negara dan daerah sebagai Dana Bagi Hasil (DBH). Tentunya jauh kedepan jikalau kegiatan eksplorasi berhasil menjadi lapangan produksi akan menambah sumber DBH lagi. 

 

Andang Bachtiar menyampaikan beberapa spec surveyor telah bertemu melakukan survey berdasarkan konsep geologi, analogi temuan di tempat lain yang memiliki keterkaitan secara konseptual dan data geologi awal, serta jikalau memungkinkan didukung dengan adanya indikasi awal keberadaan hidrokarbon ataupun rembesan migas ataupun rembesan migas bersama mud volcano. Serta dengan adanya survei yang diadakan spek surveyor sebagai investor dan risk taker sangat diharapkan lokasi spek survei tersebut dapat ditawarkan oleh Dirjen Migas menjadi Blok/WK Migas Baru yang bisa dilanjutkan kegiatan join studi. 

 

Dirjen migas menyampaikan bahwa saat ini sangat dimungkinkan adanya pengalihan sisa komitmen kerja pasti pemegang WK Eksplorasi ditempat lain/open area dengan didukung oleh adanya PP 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, Permen ESDN No 35 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi, dan Permen ESDM No 1 Tahun 2022 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi. 

 

Pada kesempatan ini Andang Bachtiar menyampaikan beberapa lokasi prospektif berdasakan kajian timnya untuk dilakukan survey lanjutan, diantaranya adalah Intramontana Sumatra yang sangat jarang tersentuh seismik, akan tetapi sudah terbukti ada beberapa lapangan migas atau temuan diataranya di WK Ombilin, Lapangan Tongga, dan Lapangan Air Komering 1. Lokasi baru lainnya diantaranya juga disampaikan beberapa area di Sundaland Margin yang terlihat adanya indikasi terbentuknya Sundaland Delta. Untuk di Timor diusulkan area eksplorasi di Delta Malaka, merupakan mirroring dari Suwai Area yang memiliki Viqueque Play. Di Sekitaran Area Delta Malaka sudah terdapat beberapa rembesan minyak dan gas. Untuk di Kutai, berdasarkan kajian surface geologi dan subsurface, play yang masih menarik dan belum banyak temuannya di Kutai Basin diantaranya adalah keberadaan play karbonat reef berumur Oligosen - Miosen Awal pada tinggian tinggian di Kutai Basin. Play tersebut ekuivalen dengan Karbonat Reef Formasi Berai di Lapangan Kerendan di WK Bangkani. 

 

Dengan keberanian eksplorasi di area baru oleh operator K3S dengan memanfaatkan sisa komitmen pasti, ataupun eksplorer/investor baru, dan spec surveyor dengan dukungan dari pemerintah, dengan melakukan akuisisi data surface geologi, gravity, FTG, MT, dan seismik baru sehingga  dapat dihasilkan play, lead dan prospek baru yang kemudian bisa dikaji dan dibor menjadi giant field. Pemerintah diharapkan dapat  menawarkan Lokasi Interest yang sudah disurvey dan dikasi dan menerima usulan menjadi WK yang ditawarkan dalam Indonesia Oil & Gas Bidding Round.